berita malam menghembuskan angin segar
sedang debur ombak berdebur-mendebur-hingga bermuara
sudah sekian lama sketsa tentang keabadian dileburkan oleh hakikatnya sendiri
sudah bertahun-tahun bahkan berabad-abad dihancurkan diguncang keabadiannya sendiri
biur, blur, semuanya bercampur hingga babak belur di rumah tua
malam yang kabut, tengah kusebut engkau di peraduan
namun rembulan telang menyumbingkan bibirnya
bintangpun telah menutup matanya hingga lima puluh cente
masih saja ia melingkar berputar tak bermuara
akhirnya ku tunggu kau di istana kepalsuan
Cangkarman, 01 April 2016.

Tidak ada komentar: