Selaksa alam telah buta menutup mata
Menampakkan kekeringan; kekeringan imajinasi
Imajinasi itu telah kau borgol dengan ruang kehampaan
Hampa terasa; tanpa suara, gendrang, suling, serunyi yang
berbunyi lembut mendayu menyejukkan hati
Kenapa kau terlalu memaksakan mendekap diri tanpa suara
Di luar ada keramaian penuh pernak pernik keindahan
Kenapa kau tega menutup imajinasi; padahal itu mutiara yang
telah hilang; dilupkan banyak orang
.jpg)
Tidak ada komentar: