tuhan telah mati dibunuh tercabik-cabik oleh demokrasi
ulama telah sirna dijamah dengan durjana
agama telah dinodai, dikepung, lalu dihabisi secara berjamaah
negara dipecundangi dengan berbagai macam cara; rada membela dengan jiwa raga oh malah mengerogoti hingga ke jantung dan hati
rakyat hanyalah bayi yang selalu diapusi
oh biadap engkau....durjana engkau....
kebusukan yang engkau bungkus dengan emas, bahkan mutiara, ,,,akan tercium dengan cara apapun, disaat itu pula akan ku cabik-cabik istanamu; berantakan hingga menjadi hutan belantara
biarkan...biarkan sekalipun negara ini hutan
kami hidup bebas, lepas oh tentram dengan suara-suara angin pagi dan malam, goyangnya dedaunan dengan irama melodi kicauan burung, dan wiridan hewan-hewan
tata tentrem tata raharjo! sejak kapan kau didengungkan?
sampai detik ini kau hanya sebongkah nama yang tak jelas identitasmu
kau hanya cerita-cerita manis disela kepahitan yang aku ras
pahit..pahit..yang aku rasa
perjalanan ini tak pernah engkau sapa walau hanya mengetarkan jiwa sekedar membagi harapan walau hanya asa

Tidak ada komentar: